Cara Menanam Mangga Dalam Pot

Cara Menanam Mangga Dalam Pot

Cara Menanam Mangga Dalam Pot

Cara menanam mangga dalam pot –   Sebagai salah satu jenis buah khas negara tropis yang muncul saat musimnya di bulan Agustus-November, buah mangga termasuk buah favorit orang Indonesia. Anda semua pasti tahu mengenai buah satu ini. karena memang buah satu ini merupakan buah yang paling banyak di misuaki oleh masyarakat indonesia.

Daging buah mangga yang berwarna jingga kekuningan selalu berhasil membuat air liur terangsang. Apalagi jika dinikmati dingin-dingin di musim panas, rasa campuran antara manis dan segar tentu selalu berhasil menyegarkan tenggorokan.

Perlu Anda semua ketahui bahwa Mangga atau mempelam adalah nama sejenis buah. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota dan suku Anacardiaceae. Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi antara 10 hingga 40 m.

Nama “mangga”  sendiri berasal dari bahasa Malayalam maanga. Kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain-lain.

Berasal dari daerah di sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurang-kurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau poh.

Pohon mangga berperawakan besar, dapat mencapai tinggi 40 m atau lebih, meski kebanyakan mangga peliharaan hanya sekitar 10 m atau kurang. Batang mangga tegak, bercabang agak kuat; dengan daun-daun lebat membentuk tajuk yang indah berbentuk kubah, oval atau memanjang, dengan diameter sampai 10 m. Kulit batangnya tebal dan kasar dengan banyak celah-celah kecil dan sisik-sisik bekas tangkai daun. Warna pepagan (kulit batang) yang sudah tua biasanya coklat keabuan, kelabu tua sampai hampir hitam.

Mangga merupakan tumbuhan berakar tunggang yang bercabang-cabang, sangat panjang hingga bisa mencapai 6 m. Akar cabang makin ke bawah semakin sedikit, paling banyak akar cabang pada kedalaman lebih kurang 30–60 cm.

Daun tunggal, dengan letak tersebar, tanpa daun penumpu. Panjang tangkai daun bervariasi dari 1,25-12,5 cm, bagian pangkalnya membesar dan pada sisi sebelah atas ada alurnya. Aturan letak daun pada batang biasanya 3/8, tetapi makin mendekati ujung, letaknya makin berdekatan sehingga tampaknya seperti dalam lingkaran (roset).

Helai daun tanaman mangga memiliki bentuk yang bervariasi namun kebanyakan berbentuk jorong sampai lanset, 2-10 × 8–40 cm, agak liat seperti kulit, hijau tua berkilap, berpangkal melancip dengan tepi daun bergelombang dan ujung meluncip, dengan 12-30 tulang daun sekunder. Beberapa variasi bentuk daun mangga:

  • Lonjong dan ujungnya seperti mata tombak.
  • Berbentuk bulat telur, ujungnya runcing seperti mata tombak.
  • Berbentuk segi empat, tetapi ujungnya runcing.
  • Berbentuk segi empat, ujungnya membulat.

Daun yang masih muda biasanya bewarna kemerahan, keunguan atau kekuningan; yang di kemudian hari akan berubah pada bagian permukaan sebelah atas menjadi hijau mengkilat, sedangkan bagian permukaan bawah berwarna hijau muda. Umur daun bisa mencapai 1 tahun atau lebih.

Buah mangga termasuk kelompok buah batu (drupa) yang berdaging, dengan ukuran dan bentuk yang sangat berubah-ubah bergantung pada macamnya, mulai dari bulat (misalnya mangga gedong), bulat telur (gadung, indramayu, arumanis) hingga lonjong memanjang (mangga golek). Panjang buah kira-kira 2,5–30 cm. Pada bagian ujung buah, ada bagian yang runcing yang disebut paruh. Di atas paruh ada bagian yang membengkok yang disebut sinus, yang dilanjutkan ke bagian perut.

Kulit buah agak tebal berbintik-bintik kelenjar; hijau, kekuningan atau kemerahan bila masak. Daging buah jika masak berwarna merah jingga, kuning atau krem, berserabut atau tidak, manis sampai masam dengan banyak air dan berbau kuat sampai lemah. Biji berwarna putih, gepeng memanjang tertutup endokarp yang tebal, mengayu dan berserat. Biji ini terdiri dari dua keping; ada yang monoembrional dan ada pula yang poliembrional.

Menarik bukan? Harus anda ketahui agar tidak salah dalam membudidayakan tanaman yang satu ini. Budidaya buah mangga di halaman rumah telah menjadi alternatif tepat bagi Anda yang tak memiliki lahan yang luas. Namun, berkat budidaya di dalam pot, Anda pun perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan lahan perkarangan yang amat terbatas.

Budidaya di dalam pot bisa jadi pilihan tepat karena hasil budidaya akan mendapatkan kualitas buah yang bagus asal perawatan yang dilakukan secara intensif.

Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi terkait cara menanam mangga dalam pot. Perkembangan zaman telah menyediakan berbagai alternatif budidaya tanaman, salah satunya budidaya tanaman menggunakan media pot sebagai pilihan bila lahan tanaman sangat terbatas. Cara menanam mangga dalam pot

Media Tanam & Penanaman

Langkah-langkah budidaya tabulampot buah mangga perlu memperhatikan media tanam, berupa tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang. Selanjutnya meletakkan serutan katy atau pecahan batu bata di bagian bawah pot sebelum media tanah campuran pupuk kandang diletakkan di dalam pot. Bila tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang,

 Anda perlu mengambil bibit yang telah disediakan sejak awal. Masukkan bibit ke dalam pot dan timbun bibit sampai akarnya tertutup keseluruhan. Bagian terakhir ialah menyiram tanaman menggunakan air dan Anda jangan sampai lupa bahwa pupuk NPK perlu diberikan kepada tanaman.

Perawatan

Tak hanya cara menanam mangga dalam pot yang akan kami jelaskan karena budidaya tanaman tak berhenti pada penanaman saja. Proses yang tak kalah penting setelah memperhatikan cara menanam adalah proses merawat tanaman. Perawatan tanaman di dalam pot terbilang mudah; hanya membutuhkan pemupukan dan pemangkasan saja. Pemberian upuk bertujuan untuk meningkatkan unsur hara, sedangkan pemangkasan bertujuan untuk merangsang bunga tumbuh dan membuang ranting yang tak lagi produktif. Cara menanam mangga dalam pot

Selain pemupukan dan pemangkasan, pengendalian hama dan penyakit, penyiraman tanah, pembungkusan, dan penjarangan buah merupakan hal penting yang patut Anda lakukan dalam budidaya buah mangga di dalam pot.

Dalam pemangkasan yang perlu diperhatikan antara lain; pemangkasan yang dilakukan pada awal musim hujan, tepatnya pada satu bulan setelah pemupukan. Pemangkasan Anda lakukan di bagian ruas atau buku tanaman, sekitar 50-60 sentimeter di atas permukaan tanah atau media tanam. Silakan memilih tiga sampai empat cabang yang tumbuh setelah pemangkasan. Pemeliharaan tunas kurang lebih selama satu tahun.

Anda perlu memperhatikan tunas yang tumbuh kembali, karena perlu dilakukan pemangkasan kedua dengan meninggalkan dua sampai tiga tunas. Pemangkasan ketiga dilakukan satu tahun kemudian, dengan cara yang sama seperti pemangkasan kedua.

Pemangkasan pada tabulampot mangga fungsinya tak jauh berbeda dengan budidaya konvensional. Pemangkasan dilakukan untuk membuang bagian tanaman yang tak lagi bermanfaat, seperti tunas air, daun, dan ranting kering atau pun batang-batang yang dijadikan tempat hidup benalu.

Begitu juga dengan mencegah daun yang bertumpuk dan terlalu rindang. Bila pemangkasan pada daun tak dilakukan, sinar matahari tak akan terhalang dan mengurangi keefektifan proses fotosintesis.

Penyilangan tanaman dilakukan saat penggemburan dan pemupukan. Rumput atau gulma yang telah dicabut dapat dibenamkan atau dibuang ke tempat yang lain agar rumput atau gulma tak tumbuh lagi di sekitar tanaman. Jika Anda tertarik untuk menanam tanaman ini Anda bisa menghubungi nomer yang ada di website ini untuk mendapatkan harga terbaik.

Tanah yang padat dan tak ditumbuhi rumput di sekitar pangkal batang perlu Anda gemburkan kembali. Biasanya pada di musim hujan mulai tiba. Penggemburan tanah di kebun mangga cangkokan jangan dilakukan terlalu dalam.

Penjarangan Buah

Selanjutnya adalah penjarangan buah. Penjarangan buah dilakukan pada buah pertama. Hal ini tak lain agar buah dapat tumbuh secara maksimal. Anda pun akan mengalami rasa sayang saat gerombolan buah yang bergelantungan harus dibuang.

Buah pertama yang tumbuh memiliki ukuran kecil dan rasa yang tak manis karena unsur hara yang diserap dibagi dengan jumlah buah yang banyak. Fungsi penjarangan pada buah adalah memperbaiki kualitas buah agar ukuran dan rasa akan maksimal; besar dan manis, bebas dari serangan penyakit. Bila rangkaian buah terlalu banyak akan menyebabkan buah menjadi cacat dan mudah diserang penyakit.

Yang terakhir adalah pembungkusan atau pembrongkosan buah. Pembungkusan buah dapat Anda lakukan untuk mencegah serangan hama pada buah yang diimpikan. Biasanya kantong semen dan plastik digunakan sebagai pembungkus buah. Pembungkusan buah di usia muda akan memberikan harapan kepada Anda perihal hasil panen yang memuaskan; bebas dari penyakit, berukuran besar, dan memiliki rasa yang manis. Cara menanam mangga dalam pot

 Anda tak perlu khawatir perihal kandungan gula akan berkurang di dalam buah karena tergerus oleh “kunjungan” hujan. Media tabulapot menjadi pilihan tepat karena pembungkusan biasanya dilakukan pada buah yang terjangkau oleh tangan atau tanaman yang tidak terlalu tinggi.

Itulah cara meanam mangga dengan cara tambulapot. Naah… selain dengan cara tambulapot menanam mangga juga bisa dengan cara umumnya yaitu dengan cara sebagai berikut :

  1. PemilihanBibit

Sebaiknya, biji yang digunakan adalah biji yang berasal dari tanaman yang kuat, sehat, serta memiliki buah yang berkualitas. Cara pembibitan dengan biji ini dilakukan dengan mengering dan anginkan biji kemudian membuang kulitnya.

Persiapkanlah sebuah kotak yang akan digunakan untuk melakukan penyemaian dengan menggunakan ukuran 100 x 50 x 20 cm kubik dengan menggunakan media tanam berupa tanah kebun dan pupuk kendang dengan perbandingan 1:1

  • Kemudian biji tanaman mangga tersebut di tanam dengan jarak 10 hingga 20 cm. Atau, dapat dilakukan pula dengan menyemaikan mangga di kebun dengan menggunakan jarak menanam antar tanaman sekitar 30 x 40 atau 40 x 40 cm pada permukaan tanah yang gembur.

Cara Menanam Mangga Dalam Pot

  1. Penyemaian Bibit Mangga 

Berikut ini adalah cara menanam mangga yang dimulai dari penyemaian bibit mangga.

  • Penyemaian diberikan pelindung yang terbuat dari plastik atau sisa-sisa dari tanaman. Tetapi, tetap usahakan agar udara yang berada di dalam penyemaian tidak membuat menjadi terlalu lembab.
  • Setelah itu, biji mangga ditanamkan dengan membuat posisi dari badan biji menghadap kea rah bawah agar akar yang muncul tidak membengkok.

Sebaiknya, selama melakukan proses penyemaian, bibit sebaiknya tidak boleh kekurangan dari air. Dalam rentan kurun waktu sekitar 2 minggu, bibit dari tanaman mangga akan mulai berkecambah. Apabila dari 1 biji yang ditanam muncul lebih dari satu anakan, sebaiknya kita merawat satu saja yang terlihat kuat dan tumbuh dalam kondisi yang baik.

Ketika melakukan penyemaian, bibit yang sebelumnya terdapat di kotak penyemaian sebaiknya sudah dipindah ke polybag ketika tinggi dari tanaman telah mencapai 25 hingga 30 cm. Lakukanlah penyeleksian tanaman mangga ketika umur telah memasuki 4 bulan, apabila tanaman terlihat lemah dan tumbuh tidak sesuai sebagaimana tanaman tumbuh, sebaiknya buanglah tanaman tersebut. Kemudian, pindahkan tanaman ke kebun apabila umur bibit telah memasuki bulan ke 6.  Jika Anda tertarik untuk menanam tanaman ini Anda bisa menghubungi nomer yang ada di website ini untuk mendapatkan harga terbaik.

  1. Teknik Okulasi

Penanaman mangga yang terbaik sebenarnya adalah dengan menggunakan okulasi (proses penempelan tunas tanaman dengan menggunakan tanaman yang menggunakan batang pada bagian atas yang memiliki buah yang berkualitas serta bagus menuju batang bawah yang memilliki akar serta batang tanaman yang kuat). Batang bawah yang akan digunakan untuk tujuan okulasi bibit tanaman mangga sebaiknya adalah yang telah memasuki umur 9 hingga 12 bulan.

Kemudian, setelah dilakukan proses penempelan, tanaman yang berupa hasil dari okulasi atau yang disebut dengan stump. Ketika memasuki umur satu setengah tahun kemudian dipindahkan ke kebun. Sebaiknya okulasi dilakukan ketika musim kemarau sedang berlangsung agar bagian dari tanaman yang saling ditempelkan tidak membusuk

  1. Pengolahan Media Tanam

Dalam persiapannya, sebaiknya lakukkan penentuan area dalam melakukan penanaman tanaman mangga. Untuk hal ini, kita harus memperhatikan beberapa hal penting seperti kemudahan untuk mencapai tempat dengan transportasi yang ada serta sumber air yang mumpuni.

Ketika mempersiapkan lahan, buanglah semua tanaman yang tidak akan digunakan serta hama-hama yang terdapat di sekitar lahan yang akan digunakan sebagai area penanaman. Apabila dapat dilakukan, sebaiknya tanah dibajak guna menghilangkan tumpukan tanah yang terlalu besar yang dan akan bermanfaat untuk melakukan penggemburan tanah karena akan mengeluarkan racun yang terdapat di dalam tanah.  Jika Anda tertarik untuk menanam tanaman ini Anda bisa menghubungi nomer yang ada di website ini untuk mendapatkan harga terbaik.

Apabila posisi tanah yang tidak subur, sebaiknya penanaman antar tanaman dilakukan dengan posisi jarak yang rapat antara tanaman mangga yang satu dengan tanaman lainnya. Apabila tanah yang digunakan subur, sebaiknya jarak antar tanaman mangga dibuat sedikit lebih renggang. Pada umumnya, jarak antar tanaman sekitar 10m dan telah ditentukan berdasarkan dengan menggunakan posisi segitiga sama kaki, garis diagonal, atau menggunakan bujur sangkar.

  1. Teknik Penanaman

Buatlah lubang tanam dengan ukuran panjang, lebar, serta dengan keadalaman 100cm. Ketika melakukan proses penggalian, sebaiknya tanah yang digali mencapai kedalaman 50 cm dan dpisahkan dengan galian dengan kedalaman 50 hingga 100 cm. Sebaiknya, bagian dalam dari tanah galian dikombinasikan serta dicampur dengan menggunakan pupuk kendang. Kemudian dikeringkan dalam kurun waktu beberapa hari. Setelah itu, masukkanlah tanah yang akan ditaruh pada bagian atas yang ditaruh diatas tanah bagian bawah. Proses pembuatan lubang untuk menanam ini sebaiknya dikerjakan pada musim kemarau.

Berikut ini adalah cara menanam mangga:

  • Pada lubang tanam yang telah dilakukan proses penimbunan, kemudian digali kembali kedalaman sekitar 30 cm dan panjang serta lebar sekitar 60 cm.
  • Pada lubang yang terdapat, sebaiknya diberikan furadan sebanyak 10 hingga 25 gram.
  • Kemudian, ambil polybag dan masukkan ke dalam tanah, sebelum dimasukkan ke dalam tanah sebaiknya polybag tersebut sudah diguntang hingga bagian bawah dari polybag tersebut.
  • Kemudian, tutuplah lagi tanaman yang telah ditanam dengan menggunakan tanah yang sebelumnya dikeluarkan hingga tanah yang terdapat tanaman mangga menjadi gundukan.
  • Kemudian, padatkan tanah yang berada disekitar batang dan pasanglah penyangga yang terbuat dari kayu agar tanaman tidak rusak.

Selain penyangga, biasanya digunakan pula pohon pelindung yang digunakan untuk menahan angin yang kuat. Umumnya, untuk menanam pohon pelindung ini menggunakan pohon asam.

  1. Penyiangan

Proses penyiangan dilakukan dengan cara membuang hama serta gulma yang terdapat disekitar tanaman mangga. Serta, hama dan gulma ini juga sebaiknya dibuang ditempat lain agar tidak dapat tumbuh lagi. Sebaiknya, proses penyiangan dilakukan pada waktu penggemburan serta pemupukan.

  1. Penggemburan

Pada tanah yang terbilang pada serta tidak terdapat rumput liar pada sekitar batang sebaiknya perlu dilakukan penggemburan. Pada awal musim hujan adalah waktu yang tepat untuk melakukan penggemburan. Biasanya, apabila tanaman mangga yang ditanam menggunakan cangkokan tanah yang digemburkan tidak terlalu dalam.

  1. Pemangkasan

Proses pemangkasan dilakukan untuk membuat tanaman menjadi lebih baik serta meningkatkan produksi dari tanaman itu sendiri. Apabila tanaman sudah mulai tumbuh tunas perlu dilakukan pemangkasan agar pada satu buah batang tanaman mangga hanya terdapat 3 hingga 4 saja.

Pula, tunas yang dipilih sebaiknya tidak memiliki tinggi yang sama dan antar tunas berada pada sisi batang yang berbeda. Tungas sebaiknya dirawat dalam kurun waktu 1 tahun hingga tunas baru tumbuh pada batang. Kemudian, lakukanlah pemangkasan yang kedua pada tanaman mangga dan hanya menyisakan 2 hingga 3 tungas saja. Ketika memasuki tahun ketiga, lakukanlah hal yang sama pada tahun kedua.

  1. Masa Panen

Ketika memasuki proses pemanenan. Mangga yang sebelumnya dicangkok mulai memasuki pembuahan ketika memasuki umur 4 tahun. Apabila okulasi akan panen ketika memasuki tahun ke 5 dan 6. Biasanya, pada pemanenan pertama buah yang dihasilkan hanya 10 hingga 15 buah saja, tetapi ketika memasuki tahun ke 10 akan mencapai 300 hingga 500 buah.

Biasanya, pemanenan dapat dilakukan pada bulan September hingga Oktober. Tanda bahwa buah mangga dapat dipanen adalah ketika buah mangga jatuh ke tanah. Dalam memilih buah yang dipanen sebaiknya memilih yang masih keras.

Saat dilakukan pemetikan, buah mangga yang diambil dijaga kondisinya agar tidak terpotong bahkan jatuh ke tanah hingga terlihat bekasnya. Buah mangga sebaiknya dipetik ketika sore hari dengan menggunakan pisau tajam yang telah di sterilkan sebelumnya.

Tips Budidaya Pohon Mangga

Untuk tanaman mangga itu sediri, tanaman ini dapat bertahan hidup di musim kemarau selama kurang lebih 3 bulan. Hal ini, musim kemarau, dibutuhkan ketika sebelum dan saat tanaman mangga ini berbunga. Apabila tanaman ini ditanaman di daerah yang cukup basah, tanaman akan mendapat serangan dari berbagai macam hama. Serta, apabila ketika musim hujan, penyakit serta rontoknya bunga akan menyerang tanaman mangga, sehingga akan berbahaya.

  1. Dalam penggunaan media tanam, tanah yang tergolong mampu untuk memberikan hasil terbaik ketika menanam tanaman mangga adalah tanah yang memiliki lempung, tanah yang gembur serta terdapat pasir. Masing-masing dari kombinasi itu harus seimbang.

  1. Untuk pH tanah (satuan dari derajat keasaman tanah) yang baik untuk digunakan dalam menanam adalah sekitar 5.5 hingga 7.5. Apabila pH tanah ketika diperiksa berada di bawah angka 5.5, sebaiknya perlu dilakukan pengapuran dengan menggunakan dolomit.

  1. Penanaman tanaman mangga juga sebaiknya dilakukan pada dataran rendah serta menengah dengan ketinggian penanaman rata-rata pada 0 hingga 500 mdpl. Tetapi, apabila ingin menghasilkan buah dengan kondisi yang lebih bagus, sebaiknya dilakukan penanaman pada posisi yang lebih tinggi. Yaitu sekitar 300 hingga 500 mdpl.

Menarik bukan? Apakah Anda ingin mencoba menanam mangga dengan cara ini? jika Anda memerlukan bibit mangga dengan kualitas terabik Anda bisa menghubungi nomer yang ada di website ini.