Jeruk Dekopon – Jeruk Asal Negeri Sakura

Jeruk Dekopon – Jeruk Asal Negeri Sakura

Jeruk Dekopon – Jeruk Asal Negeri Sakura

Jeruk Dekopon – Siapa si yang tidak mengetahu buah yang sangat banyak vitamin C ini. jika kita sakit atau kekuarangn vitamin C pasti buah satu ini menjadi referensi banyak orang untuk mendapatkan  tambahan vitamin C.

Naah pastinya untuk orang Indonesia juga banyak  yang sudah mengetahui buah satu ini. Buah apa si ini? Ini adalah buah jeruk. Bua jeruk sendiri terdapat banyak jenisnya salah satu di antara banyak jenis buah jeruk terdapat satu buah jeruk yang cukup populer di kalangan penggemar buah penuh vitamin C ini atau pin di kalangan para pembudidaya buah jeruk. Yaitu jenis buah jeruk dekopon.

 

Naah.. perlu Anda ketahui bahwa jenis buah  buah jeruk dekopon ini adalah varietas jeruk yang berasal dari negeri Sakura (Jepang). Buah Jeruk Dekopon memiliki bentuk yg unik, yaitu memiliki benjolan di pangkal buahnya.

Menariknya lagi ternyata jeruk asal Jepang ini merupakan jeruk yang terbilang baru di Indonesia, jadinya  jeruk ini masih jarang dan sangat langka dipasaran.

Mengenal Jeruk Dekopon

Meskipun  jenis jeruk satu ini berasal dari negeri Sakura, bukan berarti jeruk ini tidak bisa dibudidayakan dan tumbuh di Indonesia. Jeruk ini sudah terbukti dapat tumbuh dan berbuah di Indonesia, contohnya di daerah Bandung yang sekarang terkenal menjadi salah satu daerah yang mempelopori keberhasilan menanam bibit jeruk dekopon yang dulu banyak diragukan oleh para pelaku usaha perjerukan.

Jeruk ini kini lebih dikenal dengan jeruk bandung parongpong ciwidey karena daerah tersebut merupakan salah satu penghasil buah jeruk asal Jepang ini.

Hal ini membuktikan bahwa para petani di seluruh Indonesia tidak pernah kehilangan inovasi dan kreativitas. Hal itu terlihat nyata jika mengunjungi Bandung bagian selatan, tepatnya di Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey.

Di sana beberapa petani mulai mengembangkan jenis jeruk asal Jepang yang disebut jeruk dekopon.

Jeruk tersebut mulai dikembangkan sejak awal tahun 2014. Jeruk dekopon memiliki sedikit perbedaan dengan jeruk-jeruk lainnya yang sering beredar di pasaran.

Pada awalnya, banyak yang menentang dan meragukan bahwa bibit jeruk ini bisa beradaptasi di iklim indonesia, bahkan banyak juga yang beranggapan bahwa jeruk tersebut tidak bisa di kebunkan secara masal diindonesia. Setelah para petani di Bandung sukses dan berhasil membudidayakan jeruk tersebut, tentu  kini pendapat tersebut telah dipatahkan dan tidak berlaku lagi.

Hal ini karen Jeruk dekopon memiliki tekstur lebih besar jika dibandingkan dengan jeruk lokal. Kulitnya pun lebih tebal, dagingnya tidak memiliki biji, dan bentuknya selintas mirip buah pir.

Ciri-ciri jeruk dekopon

Varian jeruk asal Jepang ini merupakan persilangan jeruk kiyomi dan jeruk ponka, keduanya merupakan jeruk asal Jepang juga. Jeruk dekopon memiliki bentuk yang sangat unik, yaitu adanya ‘mahkota’ atau benjolan kulit pada tangkai. Ketika matang, warnanya kuning-jingga seperti jeruk sunkist. Tidak hanya bentuknya yang unik, jeruk dekopon juga memiliki bobot super (bobot maksimal mencapai 1,4 kg per buah) dan tanpa biji.

Rasanya sangat manis, bahkan kulitnya pun manis, tidak seperti jeruk pada umumnya yang kulitnya cenderung pahit. Dengan bentuknya yang unik ini, jeruk dekopon sangat cantik dijadikan tanaman hias. Tetapi, tanaman ini juga dapat sangat menguntungkan apabila dibudidayakan karena harga jual bibit dan buahnya yang tinggi.

Namun, mengingat tanaman ini berasal dari Jepang yang merupakan negara dengan iklim subtropis, apakah mungkin membudidayakan jeruk dekopon di Indonesia yang beriklim tropis? Ternyata bisa dan sudah terbukti berhasil. Contohnya adalah pembudidayaan jeruk dekopon di daerah Paropong dan Ciwidey, Bandung, Jawa Barat. Di Paropong, jeruk dekopon dibudidayakan dengan teknik greenhouse, sementara di Ciwidey dibudidayakan dengan sistem tumpangsari bersama tanaman sayuran.

Karakteristik jeruk dekopon

Sebagai tanaman yang berasal dari Jepang, jeruk dekopon merupakan tanaman subtropis yang tumbuh subur di suhu dingin antara 20 – 26 derajat Celcius. Membutuhkan sinar matahari penuh sepanjang hari. Di Indonesia, jeruk dekopon dapat tumbuh optimal di dataran tinggi. Berdasarkan penelitian empiris, tanaman ini paling ideal berada di ketinggian antara 700 – 1000 mdpl. Kurang dari 700 mdpl buah yang dihasilkan memang lebih manis, namun berukuran kecil dan kurang produktif. Bentuk dan warnanya juga kurang menarik.

Sementara di ketinggian lebih dari 1000 mdpl tanaman memang lebih produktif dan menghasilkan buah yang cantik dengan ukuran maksimal (> 1 kg), tetapi dari segi rasa kurang memuaskan selera lokal. Sebagaimana jenis-jenis jeruk yang lain, jeruk dekopon menyukai tanah yang gembur, subur, dan porous. Sekalipun lebih menguntungkan apabila dijadikan tanaman perkebunan, namun jeruk dekopon juga dapat dipelihara sebagai tabulampot. Dengan perawatan yang tepat, hasil dari tabulampot juga dapat sebaik penanaman di lahan perkebunan.

Asal Usk jeruk Dekopom

 

Keunikan yang mudah terlihat dari jeruk dekopon ada tonjolan di bagian ujungnya. Kelebihan jeruk dekopon adalah tidak memiliki biji, rasa manisnya ringan dan segar, kulitnya tebal, serta ukurannya yang besar.

Lalu, dari manakah jeruk dekopon berasal? Di mana tempat terbaik menanam jeruk dekopon? Bisakah dekopon ditanam di dataran rendah? Artikel kali ini akan membahas semuanya.

Jeruk dekopon berasal dari Jepang. Sebenarnya, nama asli jeruk dekopon adalah Shiranui. Di Jepang sendiri, shiranui diberi nama sesuai daerah tanamnya. Misalnya, Shiranui dari prefektur Ehime bermerk himepon. Kalau jeruk shiranui merk Dekopon, asalnya dari prefektur Kumamoto. Jadi bisa dibilang dekopon adalah nama merk dagang. Namun lama kelamaan nama dekopon lebih familiar di telinga orang Indonesia.

Kelebihan jeruk dekopon lainnya adalah pertumbuhannya yang cepat, terutama bila dirangsang dengan media tanam, pupuk, dan zpt yang sesuai. Jeruk dekopon sendiri tergolong genjah, alias cepat berbuah. Dalam satu atau dua tahun sejak menjadi bibit, biasanya sudah berbuah.

 

 

Keunggulan Jeruk Dekopon

 

salah satu alasan kenapa jeruk ini bisa sangat populer hal ini tidak lepas dari kelebihan yang dimiliki oleh jeruk dekopon ini. Selain bobot buahnya yang berat, jeruk asal Jepang ini juga memiliki keunggulan lain, yakni NON BIJI. “jeruk memang selalu identik dengan biji didalamnya.

Akan tetapi itu tidak berlaku pada jeruk asal Jepang ini sebab jeruk ini menjadi salah satu bibit jeruk yang akan menghasilkan buah tanpa biji. Selain itu ada keunikan lain yang ada pada jeruk ini.

Biasanya kulit buah jeruk akan terasa pahit di lidah. lain halnya dengan kulit buah jeruk dekopon. karena bukan hanya dagingnya yang manis. Sebab rasa kulit buah jeruk dekoponpun terasa manis. Jika anda pernah mencoba memakan kulit buah jeruk pastinya rasanya pahit. Tetapi lain halnya dengan kulit jeruk ini, yang mana rasa kulit buah jeruknya sangat manis.

Peluang Bisnis Jeruk Dekopon

Naah,,, jika jeruk dekopon ini memiliki banyak keunggulan dan manfaat pastinya banyak yang tertarik dan tergiur akan peluang besar dari bisnis jeruk dekopon ini.

Hal ini karena harga jual buah yang dihasilkan oleh bibit jeruk asal Jepang ini di pasaran mencapai angka Rp.80.000 per 1 kg, Harga yang sangat fantastik untuk 1kg jeruk. ketika jeruk lain cuma di bandrol Rp. 15.000 s/d  Rp. 35.000 jeruk dekopon bisa di bandrol sampai dengan harga Rp. 80.000. Tentu ini menjadi peluang bisnis yang sangat menggiurkan bagi para petani jeruk maupun para penjual buah jeruk.

Karena besarnya bisnis  jeruk dekopon ini kini beberapa pembisnis perjerukan banyak yang melirik jeruk jepang ini untuk dibudidayakan, karena memiliki prospek yang sangat bagus. Jeruk asal negeri sakura ini ditaksir akan menjadi primadona beberapa tahun kedepan. Tetapi yang paling membuat petani jeruk sangat senang dan melirik untuk membudidayak jeruk ini adalah, dari bobot buah yang di hasilkan, yang mana bibit  dekopon yang ditanam selama 24 bulan dari ketinggian awal 50cm pada area lepas dapat menghasilkan 1,3kg per 1buah, bila dihitung secara matematis 1 buah jeruk dekopon setara harga RP. 100.000. angka tersebut hampir mendekati harga jual 1kg daging sapi.

Budidaya Buah Jeruk Dekopon

Naah jika Anda ingin budidaya jeruk dekopon ini maka Anda bisa mengikuti tips yang  kami jelaskan ini. Untuk budidaya jeruk ini tidak begitu sulit, hal yang paling peting dalam budidaya jeruk ini adalah pemilihan bibit.

Bibit yang ditanam harus benar – benar bibit yang terbukti unggul dan berkualitas baik, tetapi anda juga perlu berhati-hati karena ternyata jeruk dekopon ada yang kw! “biasanya jeruk dekopon yang kw tidak memiliki benjolan pada bagian ujung buah.

Secara fisik buah jeruk ini memiliki benjolan pada bagian pangkal buah dengan karakter buah “hampir mirip dengan buah pir”. Agar tidak terjadi kesalah fahaman mengenai jeruk asal jepang ini, maka kami akan sedikit menjelaskan mengenai bibit jeruk dekopon kw dan apa penyebabnya bisa ada jeruk dekopon kw.

Munculnya buah jeruk dekopon kw biasanya berasal dari cara pembudidayaan, yang mana cara pembudidayaan yang kurang tepat akan menghasilkan jeruk yang bersifat berbeda dengan indukannya atau yang dikenal dengan mutasi genetik.

Mutasi Genetik Buah Jeruk Dekopon Disebabkan Oleh Beberapa Hal Berikut :

  • Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan ini yang paling mempengaruhi keberhasilan budidaya buah jeruk dekopon, lingkungan yang tidak sesuai biasanya menyebabkan hasil buah yang berbeda dengan indukannya.

  • Cara Pembudidayaan

Faktor budidaya juga mempengaruhi hasil buah yang berbeda, disarankan pembiakan dilakukan dengan cara vegetatif (cangkok/okulasi/tempel) dengan cara tersebut biasanya hasil buah akan mirip dengan indukan aslinya dibanding perbanyakan dengan menggunakan generatif (biji).

  • Induk Yang Digunakan

Pastikan indukan yang dipilih adalah indukan yang sudah benar – benar dewasa dan berbuah.

Karena bibit jeruk ini didatangkan dari negeri sakura maka bibit jeruk tersebut harus beradaptasi di iklim indonesia. namun yang paling sering terjadi mutasi genetik pada jeruk dekopon adalah dari cara pembudidayaannya seperti disebutkan datas.

Cara Budidaya Buah Jeruk Dekopon

Menanam Jeruk Dekopon di Dataran Rendah

Jeruk dekopon di dataran rendah dapat ditanam di polybag berukuran 50 liter. Media tanam yang digunakan adalah tanah, pupuk kandang, dan sekam mentah dengan rasio 1 : 1 : 1. Selain itu diberikan pula dua sendok makan pupuk NPK dengan rasio 15:15:15 dalam 20 liter air. Larutan itu disiramkan ke tanaman tiap pekan.

Berikan juga pupuk organik cair, dengan tingkat konsentrasi 10 cc per 20 liter air. Jeruk dekopon akan mulai belajar berbunga saat memasuki usia 9 bulan. Namun di usia ini, bunga rentan mengalami kerontokan. Untuk mencegah kerontokan bunga, Anda bisa menyemprotkan larutan pupuk dengan kandungan kalium, potasium, dan nitrat.

Apabila bunga ini kemudian mulai menjadi buah, maka berikan kembali pupuk NPK dan organik cair tiap dua minggu sekali.

Kelak, Anda akan memperoleh jeruk dekopon dataran rendah dengan tekstur keriput, warna daging buah yang pucat dan sedikit kering, namun rasanya lebih manis. Ini berbeda dengan jeruk dekopon dataran tinggi yang manis dengan ada sedikit rasa asam.

Namun meski penampilan yang tidak semewah jeruk dekopon dataran tinggi, jeruk dekopon manis lebih diincar banyak konsumen. Sehingga, apabila Anda tertarik menanam dekopon untuk dijual, Anda bisa mencobanya.

Selain itu sebenarnya ada cara agar kulit jeruk Anda lebih halus. Caranya adalah saat pohon jeruk Anda mulai berbuah, bungkuslah dengan kain berwarna biru muda. Ini juga dilakukan sebagai cara untuk melindungi jeruk dari hama lalat buah.

Meski jeruk dekopon dapat berbuah lebat dan banyak, ada juga produsen yang fokus pada jeruk dekopon berukuran jumbo. Cara mendapatkan jeruk dekopon berukuran jumbo adalah dengan memastikan hanya ada satu buah jeruk untuk satu dompol. Dengan demikian, nutrisi yang dialirkan hanya terfokus pada satu buah.

Namun apabila Anda ingin jeruk dekopon ini berbuah, sebaiknya dilihat juga ukuran dan kekuatan batang penopang jeruk. Jeruk yang berukuran besar dan bisa mencapai satu kilo bisa membuat batang jeruk melengkung atau malah bisa patah.

Sebaiknya, dipangkas dulu saat masih berupa bunga. Pada pohon muda, bunga dan buah akan mengganggu aliran nutrisi ke seluruh bagian tanaman.

Selain ditanam di lahan, jeruk dekopon juga bisa ditanam di dataran rendah. Adapun caranya adalah sebagai berikut.

Jeruk Dekopon Tabulampot

Sebelum mulai menanam jeruk dekopon di dalam pot, siapkan dulu pot dan media tanamnya. Media tanam terdiri dari sekam, pupuk kandang fermentasi, dan tanah humus. Rasio media tanam ini adalah 3:3:4. Sementara untuk wadah atau potnya dapat menggunakan pot berkapasitas minimal 75 liter.

Memasukkan media tanam ke dalam pot

Sebelum pot diisi media tanam, berikan lapisan styrofoam di dasar pot. Pecah-pecah lapisan ini hingga setebal 5 cm. Apabila tidak ada, Anda juga bisa menggunakan pecahan genteng. Ini bertujuan agar lubang air di bawah pot tidak tersumbat media tanam.

Masukkan media tanam hingga setengah wadah. Setelahnya, tanam bibit jeruk dekopon, lalu tutup media hingga penuh. Perlu diingat, posisi bibit harus di tengah dan tegak.

Perawatan dekopon tabulampot

Saat bibit mulai tumbuh daun, sanggahlah batang bibit ini dengan ajir. Ini karena akar-akar dekopon masih kecil dan pendek, apalagi bila Anda memperoleh bibit dari hasil okulasi. Sesuaikan saja ukuran ajir dengan tinggi bibit.

Termasuk dalam perawatan adalah penyiraman sehari sekali. Semprotkan fungisida secara berkala, dan berikan juga pupuk tiap tiga bulan sekali. Selain itu, pangkaslah tanaman secara rutin. Apabila pohon masih muda, sebaiknya tidak perlu berbunga atau berbuah dulu, karena batangnya masih tergolong kecil.

Selain itu, perlu diperhatikan juga serangga-serangga yang biasa menjadi hama dari jeruk dekopon. Hama yang kerap menjadi pengganggu jeruk dekopon adalah kutu loncat, tungau, kutu daun, pengerek, dan ulat daun. Apabila hama-hama ini mulai bermunculan, semprotkan Insektisida hayati ANTILAT sekitar 4-5 hari sekali, dengan dosis 4 tutup botol per 17 liter air.

 

Apakah Anda mebutuhkan bibit tanaman ini? Anda bisa memesan di kami Toko Online Bibit Tanaman Pohon-Buah-Hias-Bunga yang Berkualitas dan Harga Terjangkau Grosir dan Ecer Siap melayani Proyek pesanan besar Siap Kirim Seluruh Indonesia

Bisa menghubungi nomer yang ada di website ini!!!!

Jeruk Dekopon

Perbedaan Budidaya Buah Jeruk Dekopon Ciwidey Dan Parongpong

Ada perbedaan yang signifikan mengenai cara pembuahan didaerah ciwidey dengan parongpong. Petani di Parongpong menggunakan greenhouse pada proses pembuahan. Sedankan di ciwidey menanam bibit jeruk dekopon pada area lepas yang di gabungkan dengan sayuran atau dikenal juga dengan istilah tumpang sari.

Pembuahan Jeruk Dekopon

Tidak hanya dapat tumbuh di dataran tinggi, Jeruk ini juga dapat ditanam didataran rendah, tetapi hasilnya tidak semaksimal ditanam di dataran tinggi. Pada usia 6 bulan sejak tanam jambu sudah bisa berbunga, tetapi baiknya buah pertama dibuang terlebih dahulu. Karena bobot buah yang dihasilkan per 1 pohonnya sangat berat dan banyak, kemungkinan besar bila akar dan batang belum tua, tidak akan mampu menyangga buah yang dihasilkan. Jadi, sebaiknya buang bunga dan buah pertama sebelum usia tanaman 24 bulan sejak tanam.

Proses Bunga Menuju Berbuah

Proses dari bunga menuju buah jeruk ini lebih lama dari jenis jeruk pada umumnya. Jeruk yang pada umumnya membutuhkan waktu 3 bulan dari bunga ke buah. Tetapi berbeda dengan jeruk asal Jepang ini yang cukup lama, yaitu skitar 5 bulan. Mungkin karena hasil buah yang berkuran jumbo disebabkan oleh proses dari bunga ke berbuah jeruk ini lebih lama.

Produksi Buah Jeruk Dekopon

Diperkiraakan bibit jeruk dekopon yang ditanam pada dataran tinggi mampu menghasilkan sekitar 40 sd 60 buah per 1 pohon dengan frekuensi panen 4 bulan 1 kali yang rata-rata bobot buah antara 0.6 s/d 1.3 kg.

Naah… menarik bukan? Jika Anda ingin mendapatkan Jeruk dekopon dengan kualitas terbaik Anda tidak perlu bingung mendapatkannya. Anda cukup menghubungi nomer yang ada di website ini untuk mendapatkan informasi dan juga harga terbaiknya. Semoga artikel ini bermanfaat ya…