Perbedaan Pinang Betara Dan Pinang Thailand

Perbedaan Pinang Betara Dan Pinang Thailand

Perbedaan Pinang Betara Dan Pinang Thailand

Perbedaan Pinang Betara Dan Pinang Thailand –  Mungkin sebagian orang masih melihat komoditi pinang dengan sebelah mata. Pohon pinang, yang disebut sebagai betel palem kebanyakan hanya ditanam sebagai tanaman pembatas lahan. Yang tidak dirawat. Tidak dipupuk. Tidak dihitung hasilnya. Dan dianggap sebagai tanaman non ekonomis. Sekedar menjadi pembatas tanah saja.

 Banyak yag tidak mengetahuinya bahwa tanaman pinang ini memiliki potensi ekonomi budidaya yang sangatlah besar. Empat kali lebih besar dari pada potensi ekonomi penanaman kelapa sawit. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Perbedaan Pinang Betara Dan Pinang Thailand

Pertama karena harga buah kelapa sawit sudah turun drasti. Sementara harga buah pinang tetap stabil dan beranjak naik dari masa ke masa. Hari ini harga biji pinang tua kering tercacat ada di angka 13.000 Rupiah.

Kedua karena pohon kelapa sawit lebih boros lahan. Satu batang tanaman sawit butuh ruangan sekitar 72 meter persegi. Sedangkan sebatang pohon pinang hanya butuh ruang seluas 9 meter persegi.

Jika kita hitung  dalam satu hektar lahan akan ada 1.111 batang tanaman pinang. Bahkan, jika dilihat pada SOP penanaman pinang, jarak tanam hanya 2,7 meter x 2,7 meter, dimana akan didapat 1.300 batang tanaman per hektarnya. Bandingkan dengan kelapa sawit yang rerata hanya memuat 138 batang tanaman untuk satuan luas yang sama.

Ketiga, karena kelapa sawit banyak musuhnya, berupa hama dan penyakit. Sedangkan pinang adalah tanaman yang anti babi, monyet, landak, tikus, dan tupai. Tidak ada hama hewan besar yang suka mengunyah bagian dari tubuh pohon pinang karena batang tubuh pohon pinang, sampai ke daunnya, mengandung  senyawa tanin, alkaloida dan arekaina yang bersifat racun, yang apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak, akan membuat hewan konsumennya menjadi pening dan mabuk. Akar pinang itam bahkan sangat beracun hingga bisa dipakai sebagai racun pengumpan hewan babi hutan.

Buah pinang juga memiliki kelebihan lain, yakni bisa dikeringkan dengan cara dijemur, dikupas (dengan mesin pengupas buah pinang) lalu dapat disimpan untuk waktu yang cukup lama. Hal ini dilakukan orang ketika harga jualnya cenderung menurun. Saat harga sudah naik kembali, barulah stok dilepas. Sebuah hal indah yang tentu saja tidak dapat dilakukan oleh petani kelapa sawit.  Perbedaan Pinang Betara Dan Pinang Thailand

Pohon pinang juga tidak banyak menghabiskan sediaan air tanah, seperti kelapa sawit. Penanaman kelapa sawit satu periode (30 tahun) saja sudah bisa mengubah area yang tadinya susah dilalui karena sering terendam air, menjadi lahan yang kering kerontang. Satu batang pohon sawit dewasa ditengarai membutuhkan sekitar 28 liter air per harinya. Karena satu hektar ada 138 batang tanaman, maka dalam satu hari saja akan ada sekitar 3.864 liter air yang dibutuhkan untuk proses translokasi tanaman.

Untkuk proses pembentukan kebun pinang juga tidaklah sulit. Pinang tidak meminta persyaratan tanah yang ketat seperti pada penanaman pohon durian unggul. Karena pinang bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian 0 sd 1.400 mdpl. Mulai dari lahan gambut tepian pantai sampai ke pegunungan yang dingin.

Mulai dari lahan yang basah hingga lahan yang cenderung kering. Mulai dari tanah masam hingga tanah yang sedikit basa alias alkalis. Di dataran tinggi, dimana sawit sudah tidak mampu lagi berbuah dengan baik, pinang masih mampu beradaptasi dengan baik dan produktif.

Sekarang juga sudah banyak tersedia jenis bibit unggul pinang. Mulai dari jenis betara, jenis thailand sampai ke jenis pinang agung yang buahnya besar-besar.  Produktivitas ketiga jenis pinang tadi tentu di atas produktivitas pinang biasa atau pinang kampung yang ukuran buahnya sangat beragam dan masa treknya yang lebih panjang. Jarak antar ruas batang (nodus) pinang unggul juga lebih rapat sehingga tandan buahnya jadi lebih banyak. Harga bibit pinang unggul itu juga tidaklah mahal, sekitar enam ribu rupiah sampai sepuluh ribu rupiah per batang. Perbedaan Pinang Betara Dan Pinang Thailand

Cara tanam Tanaman Pinang.

Mula-mula lahan dibersihkan dengan cara ditebas atau pun menggunakan herbisida. Lalu buatlah pancang titik tanam berjarak 3×3 meter atau 2,7×2,7 meter, sesuai selera. Teknik pancang tidak perlu sistim mata lima atau sistim segitiga sama sisi, tapi cukup sistim bujur sangkar saja alias sistim baris tentara. Kemudian gali lubang ukuran 30x30x30 cm pada lahah bertanah lunak dan 50x50x40 cm pada lahan bertanah keras.

Perbedaan Pinang Betara Dan Pinang Thailand

Biarkan satu minggu. Kemudian aduk  dua per tiga tanah galian dengan tiga kilogram atau lima kilogram pupuk kandang yang sudah matang atau yang sudah difermentasi, 200 gram pupuk TSP dan 100 gram dolomit. Masukkan adonan lalu bukalah polibag bibit pinangnya dan tanamlah bibit pinang dengan posisi tegak lurus. Level penanaman setinggi level bola tanah isi polibag.

Jangan tanam lebih dalam karena akan menghambat pertumbuhan tanaman pinang itu. Padatkan tanah sekitar titik tanam agar tanaman tidak mudah roboh. Sisakan lubang tanam sedalam 7 atau 8 sentimeter, sebagai lembah tangkapan air atau rorak. Penanaman dilakukan di awal musim penghujan jika lahan adalah tanah mineral.

Penanaman bisa dilakukan kapan saja jika lahan adalah lahan gambut yang selalu lembab. Khusus untuk lahan gambut yang ber ph rendah, maka aplikasi dolomit atau kaptan mesh 60 sebanyak 500 kg per dua bulan selama dua tahun adalah sangat dianjurkan.

Kebun pinang yang baru ditanam dapat ditumpangsarikan dengan tanaman palawija selama 2 tahun. Ini akan membantu menambah penghasilan petani. Juga untuk menjaga agar lahan tetap bersih dari gulma pengganggu. Selain itu, kondisi kebun pinang juga akan lebih terkontrol.

Perawatan  tanaman pinang.

Untuk perawatan tanamn pinang cukup mudah. Kendalikan gulma jika ada. Bisa secara mekanis dengan cangkul atau garuk, bisa juga dengan cara menyemprotnya dengan herbisida. Saat menyemprot, jaga agar tanaman tidak terkena cairan semprotan. Jika terlanjur terkena, segera mandikan tanaman dengan air. Jika ada serangan jamur bercak daun, semprot dengan fungisida, misalnya dengan Amistartop atau merk lainnya. baik juga jika menggunakan fungisida biologis yang lebih ramah lingkungan.

Pemanenan tanaman pinang .

Jika lahan bersih, pemanenan pinang cukup dengan cara menunggunya jatuh sendiri lalu mengutipnya. Buah tidak akan membusuk lalu menjadi sarang ulat dan hama dan penyakit, seperti pada tanaman kelapa sawit. Buah yang sudah terkumpul lalu dijemur di bawah panas sinar matahari selama 14 hari. lalu dikupas dengan mesin pengupas pinang.

Kalau mau lebih cepat, pinang dibelah dengan mesin pembelah pinang lalu dijemur 1 atau 2 hari. Setelah itu bijinya dicungkil dan dijemur lagi selama 3 hari.  Harga biji pinang bulat dan pinang belah lebih kurang sama saja. Ada juga pinang chip yang dipotong dengan mesin hingga berbentuk seperti koin. Harganya sedikit lebih mahal.

Itulah Perbedaan keunggulan dari tanaman kelapa sawit dan tanaman pinang. Semoga artikel ini bermanfaat ya..